Sedeqah/bantuan untuk sekolah dari iiox 2013

Peserta-IIOX-2013-Aceh-Sumut-berhenti-dalam-kabut-untuk-pengambilan-gambar-di-kawasan-pegunungan-Bener-MeriahGayo Lues – Peserta IIOX Aceh-Sumut 2013 memberikan sumbangan untuk SMP Negeri 1 Pining saat melintasi daerah tersebut, Kamis (18/4/2013) dalam rute Gayo Lues-Lokop, Aceh Timur.

Bantuan yang diberikan oleh peserta IIOX Aceh-Sumut 2013 diwakili Ketua IOF Pusat Roesmanhadi, Mantan Gubernur Sumatra Selatan Syahrial Usman dan Bupati Lahat H Saifuddin Aswari Rifai SE yang juga ikut dalam event ini.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Pining, Veriyanto SPd. Adapun jenis bantuan masing-masing tiga kotak alat tulis komplit dan dana sebesar dua juta rupiah. Bantuan dana itu adalah sumbangan dari hasil denda peserta IIOX Aceh-Sumut 2013 yang melanggar aturan sebasar Rp 1 juta serta satu juta rupiah lagi bantuan dari Bupati Lahat.

Selain itu, komunitas Grass Track dari Jakarta juga menyerahkan langsung sumbangan sejumlah dana kepada Kepala SMP Negeri 1 Pining.

Didampingi oleh Konvoi Leader IIOX Aceh-Sumut 2103 Samsir Alam, Ketua Pengda IOF Aceh Husni Hafas, Ketua rombongan IIOX Aceh-Sumut 2103 juga sebagai Ketua IOF Pusat Roesmanhadi mengatakan bahwa sumbangan yang diberikan memang tidak terlalu besar, namun setidaknya dapat membantu dan meringankan beban murid-murid SMP Negeri 1 Pining.

Bupati Lahat menambahkan, sebenarnya peserta IIOX Aceh-Sumut 2013 memang sudah mengerti benar bagaimana kondisi yang akan dilalui dalam rute ini, salah satunya adalah pedesaan, oleh sebab itu sejak awal bantuan ini sudah dipersiapkan untuk disalurkan di daerah pedalaman yang kurang terjangkau seperti Kecamatan Pining.

SMP Negeri 1 Pining Minim Fasilitas Komunikasi

Kepala SMP Negeri 1 Pining, Veriyanto SPd, mengatakan bantuan yang sudah ia terima dari peserta IIOX Aceh-Sumut 2013 akan dipergunakan untuk keperluan siswa-siswanya sebagaimana harapan dalam sambutan Ketua IOF Pusat sebelumnya.

Ia juga mengatakan memang selama ini SMP Negeri 1 Pining masih kurang pada fasilitas komunikasi ke luar, seperti belum adanya jaringan internet. Padahal peralatan tersebut sangat dibutuhkan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan anak didiknya agar dapat bersaing saat selesai nanti.

Dengan kondisi ini, Veriyanto berharap agar pihak pemerintah dapat memaksimalkan fasilitas komunikasi dan tekhnologi. “Ini dirasa perlu demi membangun sumber daya siswa pedalaman agar lebih percaya diri dalam mengembangkan potensinya,” ungkapnya. (zamroe)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s