Fouzi Muhammad, Sukses Berawal Terlindas Ban Mobil

Berkat tangan dinginnya, Dunia Barusa Cabang Banda Aceh kini menjelma menjadi Dealer Toyota dengan angka penjualan yang relatif tinggi. Siapa sangka, suksesnya berawal dari kejadian tak menyenangkan.

Nama Fouzi Muhammad memang belum begitu dikenal luas di Aceh, apalagi di kancah politik. Namun, di dunia industri otomotif, nama pria ini sudah begitu familiar. Dia adalah suksesor PT Dunia Barusa yang berhasil mengepakkan sayap bisnis roda empatnya di Banda Aceh.

Sebagai Kepala PT Dunia Barusa Cabang Banda Aceh, strategi bisnis Fouzi Muhammad boleh dikatakan cukup mumpuni. Di tengah keraguan industri mobil tanah air akibat kebijakan pemerintah menaikkan uang muka minimum kredit kendaraan bermotor, pria 38 tahun ini justru mampu mendongkrak angka penjualan mobil Toyota di Aceh hingga 200 unit per bulan. Angka yang fantastis di tengah gempuran kempetitor yang semakin kuat.

Namun, kesuksesannya memikat pasar roda empat di Aceh ini bukan didapat dengan mudah. Fouzi harus bekerja keras agar angka penjualan bisa mencapai target. Semua berawal dari kejadian tak menyenangkan.

Suatu hari, di tahun 1997, Fouzi Muhammad memutuskan untuk terjun ke industri otomotif. Fouzi memilih bekerja di PT Dunia Barusa Lhokseumawe, sebuah usaha yang dirintis orang tuanya. Tekat bulatnya itu diambil setelah pria kelahiran Sigli, 13 Desember 1974 ini, mengenyam pendidikan di Kuala Lumpur, Malaysia.

Tentu, sebagai pemain baru, harapan Fouzi sama seperti orang pada umumnya: bisa melalui hari pertama dengan sukses. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. “Di hari pertama, saya mengalami pengalaman yang buruk. Kaki saya dilindas mobil,” cerita warga Desa Batoh, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh ini.

Tak patah arang, justru kejadian itu dijadikan Fouzi untuk memotivasi diri. “Sejak saat itu, saya bertekad akan membuat Dunia Barusa menjadi lebih baik,” katanya. Namun sayang, harapannya sempat pupus tatkala konflik bersenjata di Aceh semakin parah. Alhasil, PT Dunia Barusa sempat berhenti memajang unit-unit Toyota-nya di Lhokseumawe. “Di tahun 2000 saya ditarik oleh pimpinan ke Medan,” katanya.

Hingga September 2004, Fouzi akhirnya kembali ke Banda Aceh. Dia ditugaskan untuk untuk mengelola Dunia Barusa di Banda Aceh. Di Kutaraja, Dunia Barusa menjalankan bisnisnya dengan fasilitas seadanya. Untuk pemasaran, Dunia Barusa hanya menggunakan ruko.

Bencana lagi-lagi menjadi kendala bagi ekspansi bisnis Dunia Barusa. Pada 26 Desember 2004, tsunami meluluhlantahkan Aceh dan sebagin dari karyawan perusahaan ini hilang terbawa gelombang besar itu. Musibah ini kembali membuat Fouzi ditarik ke Medan dan bekerja di sana selama tiga bulan. “Kemudian, saya dikirim lagi ke Banda Aceh untuk kembali merintis usaha ini,” katanya.

Saat itu, kata Fouzi, keluargalah yang memotivasinya untuk maju. Fouzi pun bertekad membuktikan pada keluarga bahwa ia mampu dan bisa mandiri. Ia percaya bahwa dalam hidup ini harus ada hubungan baik antarsesama agar dapat menghasilkan hal positif .

Seiring perjalanan waktu, kondisi Aceh yang terus pulih membuat pemasaran Toyota pun semakin meningkat. Target meraup pasar roda empat di Banda Aceh boleh dikatakan sudah tercapai. Itulah sebabnya, Dunia Barusa kembali mengepakkan sayapnya di Meulaboh, Aceh Barat.

“Untuk saat ini Dunia Barusa telah memiliki dua dealer standar, yaitu di Banda Aceh dan Lhoksumawe, dan satu nonstandar (ruko) di Meulaboh ,” kata Fouzi. Dari total dealer tersebut, rata-rata angka penjualan mencapai 200 unit setiap bulan.

Tak berhenti di situ, Fouzi terus melakukan pembenahan, tak hanya dari segi pemasaran, tetapi juga dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM). Ini penting. Bagi Fouzi, SDM merupakan aset yang sangat berharga. Itulah sebabnya, untuk pengembangan dealer pemasaran, kapasitas SDM otomatis perlu ditingkatkan. “Karyawan kami berikan training reguler dan dikirim untuk magang ke Jakarta,” katanya.

Dengan begitu, perusahaan yang dikelolanya akan terus berkembang dan seluruh karyawannya sejahtera. “Pada hakikatnya karyawan itu berkarya. Jadi, apa pun itu patut kita hargai karena karyawan juga sangat berperan dalam berkembangnya perusahaan ini ,” tambahnya .

Ia mengaku, beberapa karyawannya juga dibawa pelesiran ke luar negeri sebagai satu bentuk apresiasi dari perusahaan dan hal tersebut dilakukan secara rutin tiap tahunnya ditinjau dari prestasi karyawan tersebut .

Di Aceh, Dunia Barusa telah memiliki 300 karyawan ditinjau dari outlet keseluruhan dan untuk Dunia Barusa di Banda Aceh telah mencapai 150 karyawan . “Saya akan mencari strategi-strategi yang jitu yang akan membuat Dunia Barusa menjadi lebih baik,“ tambahnya.[]

Data Pribadi

Nama : Fouzi Muhammad

Tempat Tanggal Lahir : Sigli, 13 Desember 1974

Perusahaan : PT Dunia Barusa – Authorized Toyota Dealer

Alamat : Jl. DR. Mr. T. H. Muhammad Hasan No. 1 Banda Aceh

Jabatan : Kepala Cabang

sumber :http://atjehpost.com/read/2012/08/07/17101/78/10/Fouzi-Muhammad-Sukses-Berawal-Terlindas-Ban-Mobil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s